Gambar ruang belajar Mahasiswa : Tjung teck,CH UNPRI FAKULTAS PSIKOLOGI KELAS B

Gambar ruang belajar Mahasiswa : Tjung teck,CH  UNPRI FAKULTAS PSIKOLOGI KELAS B
Gambar ruang belajar Mahasiswa Tjung teck UNPRI FAKULTAS PSIKOLOGI KELAS B

Rabu, 31 Juli 2013

Psikologi Experimen 4 (HAL-HAL PENTING DALAM EKSPERIMEN) Semester 4


HAL-HAL PENTING DALAM EKSPERIMEN
1. Validitas internal memegang peranan penting.
2. Suatu eksperimen memiliki validitas internal
      yang tinggi jika perubahan yang terjadi pada
      variabel dependen benar-benar disebabkan
      oleh perlakuan yang diberikan.
3. Validitas internal dapat tercapai jika prosedur
       eksperimen dilakukan secara benar.
  4. Salah satu cara untuk mempertahankan validi-
        tas internal adalah eksperimen harus berang-
        kat dari kondisi yang sama.
  5. Untuk mengontrol masuknya variabel-variabel
      ekstraneous perlu dilakukan penyetaraan
      (konstansi).
  6. Kelompok kontrol dan eksperimen harus sama.
JENIS-JENIS TEKNIK KONSTANSI
a.Randomisasi atau penetapan secara sembarang
b.(Matching) Semua faktor yang mungkin mempengaruhi efek perlakuan harus di-matching-kan sebelum suatu eksperimen dijalankan.
c.Counterbalancing untuk mengontrol sequencing effect.
d.Control of Subject Effect
  1. Double blind placebo model (memberi manipulasi yang tampak sama pada subjek-subjek dalam semua kondisi)
  2. Disguised Experiment (tanpa mengkomunikasikan kepada subjek bahwa mereka menjadi bagian dari eksperimen.
e.Control of Experimenter Effect
  1. Adanya data yang tidak terekam dapat diminimalkan
  2. Karakteristik fisik dan psikologis eksperimenter
Randomized Solomon Four-Group Design
   Rancangan ini mensyaratkan bahwa subjek ditempatkan secara random ke dalam empat kelompok. Penempatan subjek secara random memungkinkan untuk membuat asumsi bahwa skor pretes untuk kelompok 3 dan 4 (jika sekiranya mengambil pretes) akan sama dengan skor pretes yang dicapai kelompok 1 dan 2.
Penetapan pengaruh perlakuan X:
Apabila mean pascates kelompok E secara signifikan lebih besar daripada mean kelompok pembanding 1
Apabila mean pasca tes P2 secara siginifikan lebih besar daripada mean pascates P3
Pengaruh kondisi eksperimental pada kelompok yang diberi prates dapat ditentukan dengan membandingkan pascates E dan P1 atau perubahan prates-pascates bagi E dan P1
Sedangkan eksperimen pada kelompok yang tidak diberi prates dapat diketahui dengan jalan membandingkan P2 dan P3.
Jika perbedaan rata-rata antara skor pascates E - P1, dan P2 - P3 sama, maka eksperimen pasti mempunyai efek sebanding terhadap kelompok yang diberi prates dan yang tidak.
Kelemahan utama design:
Sulitnya melaksanakan disain ini di dalam praktek. Untuk melaksanakan dua eksperi-men sekaligus diperlukan waktu dan usaha yang lebih banyak dan semakin banyak subjek yang terlibat.
Analisis statistik. Tidak ada satupun prosedur statistika yang akan menggunakan enam ukuran yang ada itu sekaligus.
Campbel dan Stanley mengusulkan untuk bekerja hanya dengan skor pascates saja dengan menggunakan disain analisis variansi
Prates itu dianggap sebagai variabel bebas kedua, bersama dengan X. Desain tersebut adalah:
  Dari mean-mean yang ada di dalam kolom, dapat ditetapkan pengaruh utama X; dari mean yang ada di dalam baris dapat ditetapkan pengaruh utama pemberian prates; dan dari mean yang ada di dalam kotak dapat ditetapkan interaksi tes dengan X.
Factorial design
Salah satu jenis desain eksperimen yang memungkinkan peneliti untuk sekaligus meneliti pengaruh dari dua jenis variabel eksperimen atau lebih. Paling sederhana menggu-nakan 2 faktor dan masing faktor menggunakan 2 kategori. Rancangannya digambarkan sebagai: faktorial 2X2.
Contoh: ingin mengetahui perbedaan pemahaman materi kuliah ditinjau dari metode mengajar dan media pembelajaran
 
Keterangan Contoh:
1.X1 adalah dua macam metode ceramah dan metode CBSA; X2 adalah dua macam media OHP dan LCD.
2.Secara random masing-masing subjek ditempatkan ke dalam salah satu dari keempat macam kombi-nasi eksperimental. Kelompok I diberi metode ceramah dengan media OHP, kelompok II diberi metode CBSA dengan media LCD; kelompok III diberi metode ceramah dengan LCD; dan kelompok IV diberi metode CBSA dengan media OHP.
3.Setelah eksperimen berlangsung dalam jangka waktu tertentu, prestasi masing-masing subjek diukur, selanjutnya mean untuk masing-masing kelompok dihitung. Juga mean untuk yang dikenai perlakuan sama dihitung.
1.Simple effect atau pengaruh perlakuan terhadap tiap-tiap level terdiri dari:
  a. Simple effect daripada media terhadap metode ceramah
  b. Simple effect daripada media terhadap metode CBSA.
  c.Simple effect daripada metode terhadap media OHP
  d. Simple effect daripada metode terhadap media LCD
2.Main effect atau keseluruhan simple effect dalam arti rata-rata semua pengaruh simple effect terha-dap semua tingkatan.
  a. Main effect dari media OHP dan media LCD
  b. Main effect dari metode CBSA dan metode ceramah
Rumusan Hipotesa:
2 hipotesa main effect:
  a. Perbedaan antara  metode CBSA dan metode ceramah
  b. Perbedaan antara media LCD dan media OHP
q4 hipotesa dari simple effect:
  a. Perbedaan metode ceramah dan metode CBSA dalam
      media LCD
  b. Perbedaan metode ceramah dan metode CBSA dalam
      media OHP
  c. Perbedaan media LCD dan media OHP dalam metode
      ceramah
  d. Perbedaan media LCD dan media OHP dalam metode
      CBSA.
q2 Hipotesa dari interaction effect:
  a. Perbedaan metode ceramah dan metode CBSA dalam kelas
      media LCD dan media OHP
  b. Perbedaan media LCD dan media OHP dalam kelas metode
      sceramah dan metode CBSA.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar